Headlines News :

Home » , » Memahami Makna Simbol Yahudi

Memahami Makna Simbol Yahudi

Written By Mitra Decapri on 2/19/2013 | 2:57 AM



Anda semua tentu sudah sangat mengenal logo di bawah ini. 

Lambang Yahudi

Ya, kita sama-sama telah tahu. Inilah logo yang kerap disebut “The David Star” atau Bintang David. Ini simbol legendaris kaum Yahudi. (Tetapi sebenarnya, simbol seperti itu tidak tepat disebut “Bintang David” atau “Bintang Dawud”, sebab Nabi Dawud As itu Nabi ajaran Tauhid, bukan sosok pembela ajaran-ajaran Yahudi seperti selama ini. Ini hanyalah kepalsuan klaim orang Yahudi saja).

Secara umum lambang Yahudi ini terdiri dari lingkaran dan dua segitiga yang menghadap ke atas dan ke bawah. Tetapi lingkaran nya dibuang saja, dianggap tidak ada. Jadi, tinggal bentuk dua segitiga yang saling menghadap ke atas dan ke bawah. Logo seperti ini banyak muncul dalam Logo-Logo Perusahaan, Organisasi, atau Lembaga. Tetapi bentuknya kerap kali disamarkan. Contoh di bawah ini:

Logo-Indosat


Logo-Yamaha


Bahkan logo salah satu Partai Islam yang terkenal pun, yang warna dominan nya hitam dan kuning, kalau dilihat secara sekilas (Snapshot) akan terlihat karakter bentuk simbol “Bintang Yahudi”. Cara menelitinya, coba ujung-ujung dua gambar bulan sabit yang bertolak-belakang itu ditarik garis lurus. Kemudian dari ujung-ujung itu pula tarik garis ke atas dan ke bawah, ke titik pusat gambar bulir padi, dan ke titik pusat pangkal bulir. Nanti, akan terlihat jelas, bahwa bentuk luar logo partai ini serupa dengan “Bintang Yahudi”. (Sejak menyadari hal ini, saya tidak memperkenankan ada logo itu di rumah Saya).

Apa makna lambang dua segitiga berhadap-hadapan pada “Bintang David” (lebih tepat dibaca: Bintang Yahudi) ???

Dari informasi yang beredar selama ini, ada penafsiran sebagai berikut: 
Lambang segitiga yang ujungnya menghadap ke bawah, itu menggambarkan PIRAMIDA MESIR; sedangkan gambar segitiga yang ujungnya ke atas, itu menggambarkan BUKIT ZION di Israel. Intinya, lambang itu mencerminkan kehancuran peradaban Mesir Fir’aun dan bangkitnya peradaban Zionisme (Yudaisme).

Maka ketika ada partai politik di Indonesia yang memakai simbol “Segitiga” dengan memakai empat jari, dua jempol dan dua telunjuk, ini menggambarkan konsep SEGITIGA yang menghadap ke atas. Coba perhatikan gambar di bawah ini. Mohon maaf saya memakai gambar artis. (Nanti kalau ada gambar lain yang lebih baik, insya Allah diganti).

Simbol Tiga Jari


Simbol partai pemenang pemilu 2009. Tampak empat jari membentuk segitiga menghadap ke atas.

Kaum Yahudi modern sangat terkenal dengan simbol-simbol. Sampai ada studi tersendiri yang mengkaji soal simbol-simbol itu. Simbol yang ditampakkan di depan umum, adalah semacam “deklarasi” bahwa organisasi, kelompok, perusahaan tertentu masih satu bagian dari gerakan Zionisme internasional.

Kalau dalam Islam kita mengenal Prinsip Tazkiyyah (rekomendasi). Biasanya Ulama, Dewan Ulama, atau Organisasi Islam memberi rekomendasi tertentu kepada pihak-pihak yang disetujui atau disukai. Kalau dalam gerakan Yahudi modern, caranya dengan membuat simbol-simbol yang intinya bermuara kepada simbol “Bintang Yahudi”. Siapa yang memakai simbol itu dianggap sebagai kawan, siapa yang tidak memakai, dianggap orang luar.

Namun ada keunikan dari simbol “Bintang Yahudi” itu. Ternyata maknanya, bukan hanya simbol keruntuhan Piramida Mesir dan bangkitnya Bukit Zion. Ada satu lagi makna yang sangat besar, yang jarang disadari oleh banyak orang. Makna apakah itu?

Ternyata, Lambang “Bintang Yahudi” itu bermakna, bahwa kaum Yahudi modern siap menggantikan peradaban Mesir kuno yang telah runtuh. Jadi hadirnya peradaban Bukit Zion bukanlah untuk menghancurkan peradaban Piramida Mesir, tetapi untuk menggantikannya.

Cara pemaknaannya sebagai berikut:

[=] Bahwa kedua peradaban, Bukit Zion dan Piramida Mesir, itu sama-sama PERADABAN PAGANISME yang memiliki misi besar untuk melawan Allah Ta’ala. Anda masih ingat bagaimana keangkuhan Fir’aun kepada Allah? Nah, keangkuhan sejenis itu pula yang ada pada diri kaum Yahudi. Kedua peradaban sama-sama merupakan peradaban musyrik dan melawan Allah Ta’ala.

[=] Gambar kedua segitiga itu sama persis, sama dan sebentuk. Hanya arahnya yang berbeda. Itu artinya, inti ajaran yang dipeluk kaum Yahudi modern sama persis dengan ajaran Mesir kuno. Hanya sifat peranannya berbeda. Peradaban Mesir kuno sudah runtuh, dan kini diganti peradaban Zionisme modern.

[=] Banyak sekali warisan Simbol, Pengetahuan, Spiritualisme, yang diadopsi kaum Yahudi dari peradaban Mesir. Hal ini sudah dikenal luas oleh para peneliti. Seperti contoh, simbol “Sun God” (Dewa Matahari) seperti yang terlihat pada logo kartu prabayar Mentari. Itu diadopsi dari khazanah ritual Mesir kuno.

[=] Dulu Mesir menguasai dunia dengan simbolisasi Piramida Mesir-nya. Maka kini Yahudi menguasai dunia, dengan simbolisasi Bukit Zion-nya. Sama saja, tidak ada bedanya.

Jadi, hubungan Yahudi modern dengan Mesir bukanlah hubungan ANTAGONIS, seperti yang disangka banyak orang. Tidak sama sekali. Hubungan keduanya, adalah hubungan SALING MEWARISI, saling menggantikan peranan mereka dalam menguasai dunia.

Harus diingat dengan sangat jelas. Kaum Yahudi modern bukanlah pengikut Musa As. Kalau mereka ikut Musa, tentu mereka akan menerima konsep Islam dan menjadi Muslim. Yahudi modern adalah Pengikut Akidah Samiri, Sang Pembuat Patung “Sapi Betina”. Sedangkan sapi betina sebagai sembahan itu diwariskan dari Khazanah Spiritualisme Bangsa Musyrik Mesir kuno. Maka itu, bukan suatu hal yang kebetulan ketika Mesir menjadi Negara Muslim pertama yang mengakui eksistensi negara Israel.

Lalu hal apa lagi yang sangat Fundamental?

Anda harus ingat, bahwa peradaban Mesir Fir’aun dulu bukan hanya sangat memusuhi Tauhid. Disana juga berkembang pesat praktik PENINDASAN MANUSIA, yaitu dalam bentuk perbudakan kaum Bani Israil. Konsekuensinya, peradaban Yahudi modern yang saat ini menguasai dunia, ia juga akan melahirkan sangat banyak PERBUDAKAN MANUSIA, dengan segala bentuknya.

Secara Riil, perbudakan itu benar-benar kita rasakan. Meskipun istilahnya tidak menggunakan kata “perbudakan”. Coba lihat, banyak manusia modern saat ini diperbudak oleh profesi, jabatan, uang, materi, seks, sepakbola, musik, film, TV, facebook, dan sebagainya. Semua urusan itu dianggap lebih penting dari agama, lalu mereka pun diperbudak oleh urusan-urusan itu semua. Ini kenyataan kan?

Bahkan, perbudakan dalam arti sebenarnya saat ini mulai berkembang. Ada manusia diperjual-belikan, wanita diperjual-belikan, anak-anak diperjual-belikan, bahkan janin dalam kandungan juga diperjual-belikan. Na’udzubillah min dzalik. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Ini adalah realitas yang kita saksikan saat ini.

Lalu bagaimana solusinya?

Solusinya: kembali kepada Ajaran Kitabullah dan As Sunnah Semurni-murninya, kembali kepada Manhaj Nabi Saw, kembali kepada teladan para Shahabat Ra. Mengapa demikian? Sebab, merekalah dulu yang sanggup menghancurkan peradaban Yahudi di Madinah sehancur-hancurnya. Tidak ada yang lebih ditakuti oleh Yahudi, selain kalangan yang mereka sebut sebagai “Muslim Ortodoks”. Yaitu kalangan Islam yang sangat komitmen dengan Kitabullah dan Sunnah Nabawiyyah.

Mudah-Mudahan Sobat-Sobat Mengerti dan Bisa Menyerapai dari Inti Artike Ini 

Sumber Artikel : ProgramDajjal
Share this article :

1 comment:

  1. Tulisan (artikel) anda..sangat baik sebagai suatu karangan fiktif atau sebuah dongeng buatan seorang yang sedang bingung saja.

    Dajjal memiliki hubungan emosional yang sangat dekat dengan muhammad bin abdullah (rasul Islam), kisah Dajjal adalah cerita fiktif yang dibuat oleh muhammad bin abdullah untuk menakut-nakuti umatnya saja...!!!

    Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?

    Seolah-olah muhammad bin abdullah menyatakan bahwa Dajjal akan bermusuhan dengan umat muslim....tapi sebenarnya tidak, karena Dajjal-lah yang akan memimpin umat muslim dan lainnya untuk berperang melawan para pengikut Kristus...!!!

    Semua perkataan muhammad bin abdullah termasuk hadits-haditsnya berisikan segala sesuatu yang berbanding terbalik maknanya..., justru sebenarnya Dajjal akan menjadi pemimpin umat muslim dan manusia lainnya untuk menentang TUHAN ALLAH Yang Maha Tinggi dan melawan para pengikut Kristus..disaat akhir jaman.

    Dunia akan terbagi dalam 2 kelompok besar, yakni :
    (i) kelompok Dajjal yang terdiri dari : pengikut agama Islam, Yahudi, Katolik, Saksi-Saksi Yehuwa, dan kelompok penyembahan berhala lainnya yang menentang YESUS KRISTUS sebagai TUHAN ALLAH Sang Pencipta ;
    dan (ii) kelompok para pengikut KRISTUS.

    Memang disaat itu kelompok Dajjal, Muslim dan lainnya akan lebih banyak jumlahnya (mayoritas), sedangkan para pengikut KRISTUS sangat sedikit (minoritas)....itu pasti !!!,

    Namun diakhir nanti, kelompok Dajjal (kelompok antikristus) yang banyak itu, akan dikalahkan secara telak oleh para pengikut KRISTUS. Dengan demikian kelompok dengan jumlah yang banyak akan dikalahkan oleh kelompok dengan jumlah yang sedikit.

    Jadi kuantitas tidak menjadi ukuran..karena hasilnya tidak berguna sama sekali...hanya yang berkualitas walaupun sedikit kuantitasnya yang seara pasti akan menang dalam segala hal...

    Film yang bagus dan sangat disukai adalah film yang "happy ending"..!!!

    Jadi...semua perkataan muhammad bin abdullah itu selalu memberikan makna dan arti yang terbalik.....muhammad bin abdullah sangat terkenal dan lihai untuk bersilat kata dan membohongi manusia-manusia, karena ia adalah "nabi palsu" yang diutus oleh roh jahat (iblis dan setan) di gua Hira untuk menjadi rasulnya, untuk menyesatkan banyak orang. Dan inilah rancangan iblis yang sangat jelas terlihat..!!!

    Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

    Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.

    dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

    Hanya orang yang memiliki HIKMAT yang akan mengetahui tipu muslihat iblis dan "nabi palsu"nya itu...!!! Sedangkan orang-orang bodoh akan meyakini semua pengajaran sesatnya.

    Tentunya..tanggapan saya ini memiliki dasar yang sangat kuat untuk membuktikan kebohongan dan kelicikan iblis dan "nabi palsu"nya.

    Silahkan anda menyelidiki dalam al-quran dan hadits-haditsnya yang saling bertentangan satu sama lain itu..

    Terima kasih.

    ReplyDelete

Translate

Like Fans Facebook

Social

Followers

Recent Post

Popular Posts

Total Pageviews

Info Iklan Click Disini

Jumlah Artikel & Komentar

Sumber : Mitra Decapri
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Mitra Decapri - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template